Polemik Beda Mudik dan Pulang Kampung yang Dimulai Jokowi

Sabtu, 25 April 2020

Jakarta - Pergerakan orang-orang dari Jakarta ke provinsi-provinsi lain bisa menjadi masalah. COVID-19 bisa ikut terbawa orang-orang yang pulang ke kampung halamannya, maka negara merancang kebijakan melarang mudik. Pada titik inilah polemik muncul, dimulai dari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Penggunaan istilah 'mudik' dan 'pulang kampung' belum pernah serumit ini. Jokowi datang membawa cara pandang berbahasa. Publik terkesiap karena mengetahui 'mudik' dan 'pulang kampung' merupakan dua hal yang berbeda.

Najwa Shihab bertanya kepada Jokowi, apakah mudik itu dilarang atau tidak karena sudah banyak orang yang mudik sampai saat ini. Jokowi lantas menjawab.

"Kalau itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung. Memang bekerja di Jabodetabek, di sini sudah tidak ada pekerjaan, ya mereka pulang. Karena anak istrinya ada di kampung," ujar Jokowi dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (22/4) tadi malam.

Menurut Jokowi, pulang kampung berbeda dengan mudik. Jokowi mengatakan mudik dilakukan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun 'pulang kampung' tidak terbatas pada momen Lebaran.

"Ya kalau mudik itu di hari Lebaran-nya, beda, untuk merayakan Idul Fitri. Kalau yang namanya pulang kampung itu bekerja di Jakarta, tetapi anak-istrinya ada di kampung," kata Jokowi.